Awak Hukum PDIP Temukan Kampanye Hitam di Masa Tenang Pilkada Sebal

Malang (beritajatim. com) – Badan Bantuan Dasar dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Kabupaten Malang, menemukan adanya kampanye hitam atau black champaign pada masa tenang Pemilihan Besar Daerah Kabupaten Malang 2020.

Selain kampanye hitam, BBHAR juga menemukan adanya penyebaran informasi bohong atau hoaks di jalan sosial. Kampanye hitam dan hoaks diindikasikan BBHAR untuk menyerang pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 1, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto alias SANDI.

Adanya kampanye hitam dan hoaks keputusannya membuat BBHAR mengambil langkah hukum. Mereka melayangkan laporan ke Polres Malang, Senin (7/12/2020).

“Karena dilakukan di masa tenang dan di asing masa kampanye, maka ini meresap dalam Pidana Umum dan Undang-undang ITE. Dan masuk kategori black champaign bukan negative champaign. BBHAR dan Tim Hukum SANDI bakal mendesak kepolisian, dalam hal itu Polres Malang untuk segera menindaklanjuti, ” ungkap Ketua BBHAR DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Agus Subyantoro SH.

Agus menyampaikan, kampanye hitam dan hoaks merupakan temuan BBHAR pada Minggu (6/12/2020).

“Disaat keadaan tenang, kami menemukan beberapa unggahan black champaign di media baik Facebook Grup Diskusi Pemilu Udi dan beberapa grup WhatsApp, ” tegas Agus.

Agus membeberkan, BBHAR juga memiliki temuan kampanye hitam yang dilakukan lewat penyebaran koran di beberapa provinsi Kabupaten Malang. Koran tersebut berisi narasi yang menyudutkan pasangan ISYARAT.

“Kami juga mendapat temuan beberapa penyebaran koran atau media cetak di beberapa provinsi seperti Pakis, Dau, Sumbermanjing Wetan, serta beberapa wilayah lain, ” Agus mengakhiri. (yog/ted)