Belum Ada Rencana Penambahan Awak di Instalasi Pemulasaran RSUD Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim. com) – Tingginya kasus Covid-19 pada Kabupaten Bojonegoro membuat sejumlah tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan penuh dan tenaga medis berfungsi ekstra. Termasuk bagian instalasi pemulasaran yang ada pada RSUD setempat.

Apalagi, secara data update sebaran Covid-19 harian dengan dipublikasikan Tim Gugus Suruhan Penanganan Covid-19 peningkatannya lulus signifikan. Tiga hari final, jumlah penambahan kasus perdana hampir mendekati angka 100.

Humas Rumah Sakit Ijmal Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Thomas Djaja zaman dikonfirmasi mengungkapkan, manajemen RSUD Bojonegoro belum ada rancangan untuk menambah personel pada bagian pemulasaran.

“Memang, penambahan kasus Covid-19 cukup tinggi. Namun serupa itu, soal penambahan personel  di bagian pemulasaran, saya belum dengar dari manajemen sendi sakit, ” ujarnya, Jumat (9/7/2021).

Minimnya tenaga bagian instalasi pemulasaran membuat petugas yang ada kewalahan. Sejak adanya pengembangan kasus pasien Covid-19 akhirnya petugas rata-rata merawat 14 jenazah dalam sehari. Secara durasi dari perawatan mematok sudah siap dibawa ke rumah duka selama 45 menit.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro saat ini juga menelungkupkan relawan tenaga medis untuk penanganan Covid-19. Rekrutmen gaya kesehatan itu diperpanjang had 16 Juli 2021. Patokan tenaga formasi yang dibutuhkan perawat, bidan dan PSC (Public Safety Center) 119.

Namun, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Aib Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Wenny Dyah Prajanti masa dikonfirmasi tidak memberikan balasan. Pesan melalui WhatsApp yang dikirim jurnalis beritajatim. com hanya dibaca. Saat dihubungi melalui sambungan telepon juga tidak ada jawaban. Termasuk Kepala Dinas Kesehatan Ani Pudjiningrum juga enggan berkomentar.

Sementara update sebaran Covid-19 harian mulai tanggal 9 Juli 2021 hingga pukul 18. 00 WIB, pasien Covid-19 yang meninggal dunia tercatat 16 orang. Selain itu, penggandaan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 139 orang dan penderita yang sembuh 24 orang. Sehingga total pasien yang menjalani aktif dirawat tersedia 359 orang.

Sedangkan, diketahui kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif semenjak 1 Januari 2021 sebanyak 2. 359 orang, mengungkung aktif (dirawat) 359 orang, sembuh 1. 908 karakter dan meninggal dunia 92 orang. Untuk kasus suspect sebanyak 124 orang. [lus/suf]