Besar Kreditor Cabut Gugatan, Sidang Terhadap Kurator di PN Surabaya Tak Berlanjut

Surabaya (beritajatim. com) – Majelis ketua yang diketuai Erintuah Damanik tak melanjutkan sidang gugatan perdata yang diajukan dua kreditor MT, BUKTI dan HI. Hal itu disampaikan majelis hakim dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (15/9/2020).

Hakim tak menyampaikan alasan para penggugat kenapa mencabut gugatan tersebut, namun sebelumnya tergugat yakni MIS    SH. MH, kurator dalam perkara pailit MT dengan nomor perkara 46/Pdt. Sus-PKPU/2019/PN. Niaga. Sby mengadukan para penggugat ke Polda Jatim atas adanya gugatan ini.

“Gugatannya dicabut, ” kata Ketua Majelis Hakim pada kuasa hukum tergugat 1 di persidangan di ruang sari satu Pengadilan Negeri Surabaya.

Gugatan perdata nomor
756/Pdt. G/2020/PN Sby bertanggal 13 Agustus 2020 itu dicabut tanpa kehadiran pihak penggugat maupun kuasa hukumnya.

“Dicabut berdasarkan tulisan yang dikirim ke majelis hakim, ” sambung Erintuah.

Terpisah, Evy Susantie selaku kuasa hukum penggugat saat dikonfirmasi menyanggah pencabutan gugatannya itu karena adanya pengaduan di Polda Jatim.

Menurutnya, gugatan di cabut dengan pertimbangan, perkara ini ialah hal kekhususan (perkara PKPU/Pailit) jadi yang mempunyai kewenangan (Kompetensi Absolut) untuk memeriksa perkara ini adalah Pengadilan Niaga.

“ Gugatan dicabut jauh sebelum tersedia rapat kreditur dan pengaduan ke Polda, gugatan dicabut pada agenda 18 Agustus 2020, diterima pada Bagian Umum PN Surabaya tanggal 24 Agustus 2020 (Dikarenakan PN sedang Lockdown), ” ujar Evy Susantie

Diketahui, Sebelumnya pada Jum’at (12/9/2020) lalu, TANDA dan HI dilaporkan ke Polda Jatim oleh MI yang merasa nama baiknya dicemarkan lantaran dianggap tidak melaksanakan tugasnya dan melalaikan hak-hak kreditor.

Dakwaan polisi tersebut bermula ketika MI mendampingi mereka dalam perkara jatuh MT  dengan nomor perkara 46/Pdt. Sus-PKPU/2019/PN. Niaga. Sby. Para kreditor itu beranggapan mempunyai tagihan Rp 5, 890 miliar dan satu, 215 miliar rupiah. Padahal faktanya mereka ini sudah menerima pembalasan tersebut.

Dalam gugatannya, NAS dan HI menggugat Co, Kurator MI  dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Surabaya. [uci/ted]