Dinsos Kediri Tempel Stiker Penanda untuk Keluarga Penerima Bantuan PKH & BPNT

Kediri (beritajatim. com) – Untuk mempermudah melalukan pendataan Negeri Kabupaten Kediri melalui Dinas Baik melakukan stikerisasi secara serentak pada Keluarga Penerima Harapan di 12 Kecamatan di Kabupaten Kediri, dalam Rabu (23/12/2020).

Penempelan stiker secara simbolis ini dikerjakan di Desa Sidomulyo Kecamatan Semen dengan di hadiri oleh Besar Dinas Sosial, Camat semen, Kades Sidomulyo serta petugas pendamping PKH. Didalam sticker yang di tempelkan di pintu depan rumah masyarakat ini, terdapat beberapa jenis bantuan yang diterima oleh penerima kebaikan tersebut seperti bantuan PKH dan BPNT. Di Desa Sidomulyo terdapat 367 data Keluarga Penerima Laba yang menerima bantuan PKH & BPNT secara berkala.

Menurut Suharso pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, dengan adanya penempelan sticker ini nantinya bisa digunakan untuk penanda agar bantuan yang disalurkan sesuai secara tepat sasaran dan tidak disalah pergunakan. “Metode ini kita pakai agar masyarakat juga bisa menyerahkan evaluasi dan penanda kepada petugas penyalur bantuan agar tepat sasaran kepada keluarga yang berhak menyambut, ” terang Suharso.

Sementara itu untuk evaluasi pemberian bantuan untuk masyarakat yang betul membutuhkan, Dinas Sosial selalu melayani update data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang dilakukan secara berkala oleh masing IT Tempat kemudian di ajukan ke Biro Sosial. “Evaluasi tetap kita laksanakan agar bantuan benar tepat sasaran. Melalui IT Desa yang melangsungkan pendataan KPM (keluarga Penerima Manfaat) lalu di sodorkan ke Dinsos. Tutup Suharso.

Siti romlah Salah utama warga Desa Sidomulyo Kecamatan Emas biru penerima manfaat adanya bantuan mengiakan jika bantuan ini sangat bermanfaat bagi keluarganya, terlebih disaat musim pandemi usaha yang ditekuni jadi penjual makanan omsetnya mengalami kemerosotan, namun dengan adanya bantuan itu dapat mencukupi kebutuhan ekonominya.

“Bantuan ini sangat bermanfaat terutama untuk membiayai sekolah bujang, karena pendapatan dari saya dagang makanan mengalami penurunan jumlah omsetnya, ” kata Siti Romlah. [nm/but]