Ditegur PWNU Jatim Soal Pilkada, Itu Jawaban Ketua PCNU Jember

Jember (beritajatim. com) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember mendapat surat nasihat pertama terkait pemilihan kepala kawasan dari Pengurus Wilayah NU Jawa Timur. Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin memilih tidak berdiskusi.

“Surat ini bersemangat umum dan kami tidak mendapat arahan maupun penjelasan (teguran itu) pada wilayah mana dan dalam sisi yang mana. Surat tersebut juga beredarnya di WhatsApp, ” kata Abdullah, Selasa (22/9/2020).

Surat tetanggal 19 September 2020 ini ditandatangani Rais Syuriah KH Anwar Mashur, Katib Syuriah KH Safrudin Syarif, Ketua Marzuqi Mustamar, dan Sekretaris Akhmad Muzakki. Isinya adalah teguran resmi pertama kepada PCNU Jember dan PCNU Kencong untuk merespons pelanggaran peraturan organisasi terhadap instruksi PWNU Jatim.

Tidak dijelaskan dengan benderang soal pelanggaran apa yang dilakukan PCNU Jember dan Kencong. Surat itu hanya menyebutkan, bahwa PWNU Jatim menyambut laporan tentang kegiatan bersama resmi organisasi PCNU Jember dan Miring yang ‘menghadirkan pemangku kepentingan politik praktis yang berkepentingan dengan pemilukada setempat’.

“Kalau benar surat itu sifatnya pembinaan pola, seharusnya tidak boleh sampai di dalam orang yang tidak berkepentingan. Sifatnya confidential. Akhirnya jadi bingung juga pihak yang akan menjawab, ” kata Gus Aab, sapaan familier Abdullah.

Sebelumnya, PCNU Jember dan PCNU Kencong menerapkan acara bersama bertema Penguatan Aswaja dan Ke-NU-an, di Lembaga Pelajaran Perjuangan IBU (Islam Bustanul Ulum), Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Kamis (17/9/2020).

Saat tersebut, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur Marzuqi Mustamar hadir. Begitu pula pasangan calon bupati dan wakil bupati Jember, Abdus Salam Alamsyah dan Ifan Ariadna Wijaya. Dalam kesempatan itu, Mustamar justru meminta kepada Abdus Salam Alamsyah dan Ifan Ariadna Wijaya, agar serius membesarkan NU.

Itulah kenapa Abdullah meminta agar surat teguran tersebut tak dijadikan polemik. “Biarlah tersebut menjadi dinamika organisasi, ” katanya. [wir/kun]