Ipong: Video Widodo 3, 5 Tarikh Keluar Rumah Loncat Pagar Ialah Bohong

Ponorogo (beritajatim. com) – Terkait video keluarga Widodo yang melompat pagar untuk menuju ke rumahnya, dan viral dalam seminggu tersebut, Bupati Ipong menanggapi bahwa dengan terjadi di dalam video tersebut tidak seluruhnya benar.

Dalam video tersebut, seolah-olah Widodo selama 3, 5 tahun terisolir karena adanya pagar yang mengunci akses jalan ke rumahnya tersebut. Dan kalau keluar rumah harus meloncati pagar tersebut. Padahal, faktanya tidak seperti itu, untuk keluar rumah, Widodo biasanya lewat membakar kecil diantara rumah kedua kakaknya yang berada di samping kiri rumah Widodo tersebut. “Jadi aku tegaskan bahwa video yang selama 3, 5 tahun terakhir, Widodo loncat pagar itu bohong, tersebut setingan, ” kata Ipong.

Ipong menceritakan akar permasalahan yang terjadi, Mistun yang mempunyai hak tanah atas jalan itu, sekitar 3, 5 tahun lalu membangun pagar yang menutupi akses jalan keluar hadir rumah Widodo. Pembangunan pagar dilakukan, sebab Widodo mengklaim bahwa keluarganya berhak atas jalan menuju rumahnya tersebut. Dasarnya, pembagian warisan di dalam 1996 lalu. “Padahal seharusnya yang mengasih jalan adalah dua saudaranya Widodo yang rumahnya disamping Widodo tersebut, ” katanya.

Selain itu, alasan Mistun membentuk pagar itu karena, ayam piaraan Widodo atau dua saudara sering ke tanah milik Mistun, serta mengakibatkan kotoran ada disana-sini. Buat itu, dalam kesempatan tersebut, Ipong juga menasehati Widodo untuk mengevaluasi pergaulannya dengan tetangganya. Supaya masalah seperti ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Semoga setelah pagar itu dibongkar, warga kembali guyub dasar terutama antara Mistun dan Widodo, ” katanya.

Ipong juga memerintahkan camat dan kaki gunung untuk menelusuri status tanah Mistun, Widodo, dan jalan antar sendi tersebut. Dengan bukti-bukti yang disodorkan, tanah itu milik Bu Mistun, walaupun belakangan PN memutuskan menjelma jalan umum, tapi bukan pekerjaan desa.

“Kalaupun sebetulnya Bu Mistun kukuh tidak dapat dibongkar ya tidak apa-apa, karena yang berhak membongkar harusnya ujung sita pengadilan bukan pihak tempat. Namun, dengan kebesaran hati Bu Mistun, mau membongkar sendiri dibantu warga yang simpati padanya, ” pungkasnya. (end/kun)