Naik darah Sopir Truk, 9 Biasa Diringkus Polisi

Kediri (beritajatim. com) – Polres Kediri menangkap 9 orang preman yang melakukan pungutan liar dalam Kabupaten Kediri. Mereka terjaring operasi premanisme yang mulai dilaksanakan sejak Senin (14/6/2021) kemarin.

Kesembilan preman ini ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni kecamatan Plosoklaten dan Menutup. Modus preman yang ditangkap ini dengan cara menodong sejumlah uang kepada sopir truk yang melintas pada jalan Plosoklaten atau Kepung.

Diduga aksi premanisme dengan sudah berjalan ini berlaku sudah lama. Dalam melaksanakan aksinya, para preman menodong uang sejumlah mulai Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu. Kemudian jika para sopir truk tak memberikan uang yang diminta, maka mereka akan mengatup akses jalan para sopir truk.

Kemudian, dalam penangkapan yang dilakukan oleh Polisi, total ada uang Rp950 ribu dengan behasil diamankan dari tangan preman ini.

Kasat Reskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Atmadha mengatakan bahwa operasi premanisme dengan dilakukan oleh pihaknya tersebut menindaklanjuti perintah dari Kapolri melalui Polda Jatim. “Kami sudah amankan untuk pemimpin, terkait pemaksaan pengancaman dengan dilakukan preman ini masih akan kita dalami, ” ujarnya, Selasa (15/6/2021).

Ancaman yang dikenakan kepada para preman itu adalah maksimal hukuman 3 bulan penjara. “Dasar awak adalah peraturan Gubernur no 2 tahun 2020, intimidasi hukuman 3 bulan tangsi dan denda maksimal Rp 50 juta, ” pungkasnya. [nm/suf]