Parak Bunga Matahari di Mojokerto Viral di Medsos

Mojokerto (beritajatim. com) – Ladang persawahan di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mendadak viral di media sosial (medsos). Ini lantaran pemilik mengganti tanaman yang gagal panen menjadi tanaman bunga matahari.

Alhasil, parak bunga matahari milik Budi Utami menjadi jujugan wisatawan atau pengunjung untuk berswa foto. Ini lantaran tumbuhan bunga matahari yang berumur 60 hari ini sudah berbunga. Sehingga bunga matahari yang mekar tersebut menjadi spot foto yang instagramable.

Tak hanya pengunjung daripada Mojokerto, namun juga daripada luar Mojokerto sengaja datang ke kebun bunga matahari hanya untuk berswa memotret sembari melepas penat pada tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Lantaran sebesar tempat wisata tutup semasa PPKM.

Pengunjung banyak yang datang pertama di pagi dan sore hari. Tak hanya mereka yang masih Anak Hangat Gede (ABG) saja dengan datang ke wisata dadakan tersebut, namun juga rombongan keluarga datang ke kebun bunga matahari yang terbentang di lahan seluas tujuh. 000 meter persegi itu.

Sebenarnya, kebun bunga matahari tersebut bukanlah tempat wisata. Melainkan kebun biasa dengan sengaja ditanami pemilik, Wahyu Harijanto dan Budi Utami warga Surodinawan, Kecamatan Tentara Kulon, Kota Mojokerto secara bunga matahari. Lantaran parak miliknya sering gagal pengetaman karena di makan wereng dan banjir.

Kebun bunga matahari di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menjadi wisata dadakan.

Sekitar dua bulan lulus, pemilik merubah lahan persawahan tersebut dengan tanaman kembang matahari. Taaman bunga matahari yang ditanam saat itu berumur 60 hari dan baru panen saat usia 90 hari. Saat pengetaman bunga matahari akan diambil bijinya sebagai bahan sasaran ringan kwaci.

Karena posisi kebunnya dengan berada di pinggir tiang awalnya dijadikan swafoto banyak orang saja. Namun karena diunggah di medsos akhirnya viral dan menjadi wisata hangat di Mojokerto. Pemilik tak menyangka budidaya bunga matahari miliknya akan viral dalam medsos.

Salah satu wisatawan, Tomy (31) mengiakan, tahu dadi medsos. “Tahu dari medsos teman-teman tetap sama keluarga ke sini, rombongan. Bagus, saya budi hanya bisa ditanam dalam daerah pengunungan ternyata pada dataran rendah bisa. Sungguh buat foto-foto bareng puak, ” ungkapnya, Senin (16/8/2021).

Kebun bunga matahari pada Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menjadi wisata dadakan.

Warga Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo tersebut mengaku akan kembali datang ke kebun bunga matahari tersebut bersama keluarga dengan lain. Selain bagus buat berswa foto, jalan menuju lokasi juga tidak pelik karena ada petunjuk dan warga yang menunjukkan hidup.

Sementara tersebut, Kepala Desa (Kades) Tempuran, Slamet mengatakan, kebun kembang matahari merupakan milik Watak Utami dan Wahyu Harijanto warga Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. “Kebunnya kebetulan berada di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, ” katanya.

Ia mengaku tidak tahu bila sebelumnya pemilik menanam kembang matahari. Namun karena semenjak beberapa hari yang berarakan ramai didatangi masyarakat karena viral di medsos jadi untuk menghindari kerumunan, pihak desa membuat parkiran supaya rapi.

“Saya minta pemuda karang kandidat untuk mengatur kendaraan kelompok yang datang. Pengunjung dengan datang juga dibatasi untuk menghindari kerukunan, apalagi saat ini masih PPKM Level 4. Saya khawatir selalu jadi jangan sampai tersedia kerumunan karena banyak dengan ke sini, ” ujarnya.

Karena, Kades menambahkan, pengunjung yang datang mayoritas keluarga sehingga membawa mobil. Pihak desa biar membatasi jam berkunjung, yaitu mulai pukul 07. 00 WIB sampai pukul 17. 00 WIB. Parkir untuk sepeda motor Rp2 seperseribu, mobil Rp5 ribu. [tin/ted]