Parkiran di Depan Kafe Lafayette Kayutangan Ditertibkan Dishub Kota Malang

Malang(beritajatim. com) – Aparat gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Malang, Satpol PP, TNI dan Polri menertibkan lahan parkir Kafe Lafayette Coffe and Eatery pada Kawasan Kayutangan, Kota Sial, Kamis, (22/4/2021). Alasan penataan karena Dishub mendapati adanya juru parkir bandel dengan membuka lahan parkir pada kawasan itu.

Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang, Mustaqim Jaya mengatakan untuk kawasan secara nama populer Rajabali tersebut tidak diperbolehkan menjadi wadah parkir. Lalu Dishub berencaba memasang rambu larang parkir. Saat akan memasang rambu larang parkir, pemilik kafe Lafayette tidak memperbolehkan serta sempat terjadi perdebatan.

“Intinya mereka (pemilik kafe) sejumlah mau mengajukan titik parkir. Namun, kami tidak menyetujui lokasi parkir di sana. Karena memang tidak boleh dilakukan parkir, ” cakap Mustaqim.

Penolakan rambu pembatasan parkir karena pemilik kafe berdalih lahan di ajaran area trotoar merupakan desa dari kafe Lafayette. Perdebatan ini membuat keadaan menegang. Bahkan diwarnai aksi pengusiran terhadap jurnalis yang sedangkan melakukan tugas peliput. Lalu Dishub melakukan audiensi dalam kafe dengan pemilik.

“Nanti akan awak komunikasikan dengan bidang lulus lintas ya. Meski tidak jadi memasang, di pojok persimpangan itu sudah tersedia rambu dilarang berhenti. Disitu kan memang tempatnya dilarang parkir. Kalau ada jukir, maka itu pelanggaran namanya, ” ujar Mustaqim.

Aksi pengusiran sebab orang diduga pengelola kafetaria dialami oleh Jurnalis Malangvoice. com, Bagus Ibrahim serta Jurnalis TimesIndonesia. co. id, Rizky Maulana. Jurnalis Rizky sempat mendapatkan dorongan dan kalimat bernada pengusiran.

“Saat itu beta mau ambil gambar akan tetapi saya di dorong. Sebelumnya teman saya Bagus sudah mengeluarkan handphone untuk menjemput gambar tetapi juga disuruh pergi. Kita kan sebenarnya meliput penertiban lahan parkir oleh Dishub, ” tutur Rizky.

Tengah itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Besar, Cahyono mengecam aksi pengusiran itu. Menurutnya, kedua jurnalis bekerja untuk publik di dalam kerjanya juga dilindungi sebab undang-undang. Kedua jurnalis itu meliput penertiban area lahan parkir yang berada di luar area kafe.

“Kami mengecamnya, sebab mereka bekerja dilindungi oleh undang-undang pers. Seharusnya tidak perlu ada pengusiran serta mendorong jurnalis yang sedangkan bertugas, ” tandasnya.

Sementara itu, bagian kafe Lafayette enggan buat memberikan komentar terkait dengan audiensi yang dilakukan secara Dishub Kota Malang terpaut lahan parkir di ajaran kafe. (Luc/kun)