PBSI STKIP PGRI Trenggalek Gelar Festival 1. 000 Puisi

Trenggalek (beritajatim. com) – Puncak acara Pesta 1. 000 Puisi oleh 150 penyair dalam rangka memperingati HGN (Hari Guru Nasional) 2020 oleh Prodi PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) STKIP PGRI Trenggalek digelar, Sabtu (19/12) lalu. Kegiatan menggandeng Penerbit Prabu21 dari praja Batu, Malang.

Pesta 1000 Puisi ini merupakan even spektakuler yang melibatkan mahasiswa, pendidik, dan alumni. Semuanya dirangsang buat berkarya cipta secara kolaboratif menggariskan pena diwujudkan dalam bentuk antologi puisi.

Puncak acara yang digelar pada Auditorium bertajuk “Seminar dan Pelatihan dengan tema Write Your History (Tuliskan Sejarahmu)” ditandai dengan penandatangan MOU antara STKIP PGRI Trenggalek dengan Penerbit Prabu21. Kerja sebanding ini dijalin dalam rangka mewadahi geliat literasi menulis para mahasiswa, alumni, dan dosen dalam berkarya cipta hingga terbit sebuah kunci ber-ISBN.

Seminar serta pelatihan ini dihadiri oleh Pemangku Ketua I, Bahrul Sri Rukmini, S. H., S. Pd., M. Pd. dan Wakil Ketua III, Sukirno, M. Pd., Kaprodi PBSI, Rohmat Febrianto, M. Pd., Sekprodi PBSI, tamu undangan yaitu Kaprodi PPKn, Kaprodi PBIng, Kaprodi PGSD, Kaprodi Penjaskesrek, Ka Perpus, Ka Lab Bahasa, perwakilan dosen PBSI, perwakilan alumni, dan perwakilan mahasiswa semester 1, 3, dan tujuh.

Karena masih dalam kondisi serta suasana pandemi, acara ini digelar dengan mengikuti protokol kesehatan, dengan jumlah undangan terbatas, panitia menghalusi suhu tubuh para tamu seruan, menyediakan hand sanitizer, tak lalai tempat duduk pun diatur secara berjarak.

Bagi para mahasiswa, alumni, dan dosen dengan ada di rumah masing-masing sanggup mengikuti live streaming acara melalaikan kanal Youtube Prodi PBSI, yakni https://youtu.be/UQNoW3mH6hc.

Sekprodi PBSI yang sekaligus sebagai pic kesibukan, Flora Puspitaningsih, menuturkan bahwa kesibukan ini dihendel panitia yang semuanya adalah mahasiswa semester 3 PBSI, dengan ketua panitia juga dibanding semester 3, Muhammad Ulil Abshar.
“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi wahana bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi berliterasi, ” tutur Flora Puspitaningsih.

Kesibukan dibuka sekitar pukul 09. 00 WIB. oleh Wakil Ketua III, Bp. Sukirno, M. Pd. dengan dalam hal ini beliau menggantikan Ibu Ketua STKIP PGRI Trenggalek, Ibu Dr. Hj. Dwi Kuncoro Wati, M. Pd. yang bertepatan berhalangan hadir karena sedang tersedia tugas di luar kota.

Pada sambutannya, Waket III menyampaikan catatan atas terlaksananya kegiatan ini, serta berpesan kepada para mahasiswa untuk membulatkan tekad dalam mengembangkan daya diri.

Narasumber di seminar dan pelatihan ini membawa Bp. Agus Hariyadi, M. Pd. merupakan dosen Prodi PBSI, Bp. E. P. Lorenda (manager sales dan marketing Penerbit Prabu21), Rida Nur (penulis, pimred, dan editor Penerbit Prabu21), dan Galang Suhastra, S. Pd. (alumni PBSI, penyair, dan penulis).

Rujukan I, Bp Agus Hariadi, M. Pd. memaparkan tentang menulis sebagai cara untuk menyampaikan gagasan yang didasari oleh pengalaman, pengamatan, gaya khayal, serta pendapat dan anutan. Narasumber kedua, Bp. E. P. Lorenda memaparkan tentang E-commerce sebagai salah satu media pemasaran sendi yang diterbitkan oleh Penerbit Prabu21. Selain itu, Penerbit Prabu21 selalu telah menjalin MOU dengan Google Play Book sehingga buku-buku cetakan Penerbit Prabu21 dapat diorder pada Google Play Book.

Intisari dari kongres yang dipaparkan secara persuasif secara gaya penyampaian yang menarik oleh narasumber ketiga dari Penerbit Prabu21, Ibu Rida Nur. “Bbahwa semua adalah sang pemenang, sebagai sang pemenang kita perlu menuliskan cerita kita sendiri sebelum menulis cerita orang lain, tidak ada tanda untuk tidak menulis, jika kita semua menulis maka akan terlahir satu juta penulis untuk Nusantara lebih baik, ” papar Rida Nur.
Ditambahkannya, semakin penuh karya yang dihasilkan, maka peradaban suatu negara akan semakin maju dengan teknologi yang semakin pelik dan modern. Closing dari pemateri ketiga ini, mempersuasi semua buat jadi penulis. Berani menulis buat Indonesia lebih baik.

Sedangkan narasumber keempat, Galang Suhastra, S. Pd. memberi pencerahan serta motivasi menulis dengan berbagai dalih untuk menulis. “Sehingga tak tersedia alasan tidak menulis karena sekalipun menulis bukan segalanya, namun segalanya ada dengan menulis, ” ujar Galang Suhastra.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi perbincangan dan tanya jawab. Hingga pada sesi ini masih tampak antusiasme para peserta, terbukti memunculkan besarnya mengalami ingin tahu, baik dari mahasiswa, maupun dosen tak ketinggalan turut bertanya kepada para narasumber. [but]