Pemkab Lamongan Gelar Pembinaan serta Sosialisasi Kepada 120 Penguasa

Lamongan (beritajatim. com) – Pemkab Lamongan melalui Lembaga Kepegawaian dan Pengembangan Sumber daya Manusia (BKPSDM) mengimplementasikan Pembinaan dan Sosialisasi, Senin (7/6/2021), di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan. Hal tersebut dalam rangka menyamakan persepsi dan meningkatkan pemahaman pejabat birokrasi di lingkungan Pemkab Lamongan tentang Manajemen ASN.

Acara itu dibuka Wakil Bupati Abdul Rouf. Diketahui, Pembinaan serta Sosialisasi itu meliputi Penerapan Manajemen Kinerja, Tata Jalan Pengisian Jabatan Pimpinan Mulia dan Penegakan Disiplin PNS Kepada Pejabat Birokrasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Pada acara yang dihadiri 120 orang pejabat yang terdiri dari Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Lamongan, baik eselon II maupun III. Abdul Rouf membaca, data PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan berjumlah 8. 744 orang.

Dari jumlah itu, 70% merupakan tenaga fungsional pendidikan dan kesehatan yang berjumlah 6. 026 orang, lalu 10% atau 914 orang adalah pejabat struktural, sedangkan sisanya atau 20% merupakan staf atau pengelola dan fungsional umum lainnya.

“Jumlah PNS yang cukup besar tersebut juga menunjukkan potensi SDM yang besar untuk menanggung terwujudnya visi dan misi serta program prioritas Kabupaten Lamongan, khususnya dalam kejadian pelayanan publik yang elok. Hal tersebut dapat terwujud apabila manajemen PNS dijalankan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku, sebagaimana dengan selama ini dilakukan, ” tutur Abdul Rouf yang akrab disapa Pak Bro.

Dalam kesempatan itu, Pak Bro berniat, dengan dilakukan sosialisasi & pembinaan ini nantinya mampu diperoleh banyak bahan, pembudayaan, masukan dan saran pembaruan dari narasumber dari KASN dalam rangka memantapkan manajemen PNS di kabupaten Lamongan.

“Untuk tersebut, saya meminta dan mengundang para pejabat Pimpinan Tinggi (eselon II) dan eksekutif (eselon III) yang siap di sini untuk benar-benar mendaftarkan dan menyimak dengan molek, agar nantinya dapat diterapkan saat melaksanakan tugas pantas lingkup kewenangannya, ” tuturnya.

Narasumber dengan hadir dalam sosialisasi ini adalah Komisioner Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Tempat Pengisian Jabatan Pimpinan Agung Wilayah 1, Rudiarto Sumarwono dan Asisten Komisioner KASN, John Ferianto. Keduanya mengantarkan materi mengenai Pembinaan Sistem Manajemen ASN Paska Pilkada Serentak dan Penegakan Disiplin Bagi PNS.

“Reformasi birokrasi ASN mengarah di transformasi birokrasi dan tata SDM aparatur dari comfort zone menuju competitive zone. Di mana terciptanya birokrasi yang bersih, kompeten dan melayani, ” jelas Rudi dalam paparannya.

Lebih lanjut, kedua narasumber memberi pembekalan secara khusus kepada seluruh pejabat yang hadir. Menurutnya, mereka harus mampu mengintegrasikan system merit yang mencakup 8 arah, masing-masing terdiri dari system informasi, perlindungan pelayanan, penggajian, penghargaan, disiplin, manajemen kinerja perencanaan kebutuhan, pengadaan, perluasan karir, promosi dan mutasi.

“Dengan system merit menurut Undang undang ASN, pengangkatan seorang pejabat karena kompetensi, kualifikasi serta kinerja, tidak boleh sebab afiliasi dalam bentuk apapun. Tidak boleh lagi ada politik balas budi ataupun balas dendam. Dan yang memutar penting ujung tombak pendirian dan peningkatan kesejahteraan bangsa Kabupaten Lamongan, ” pesan Rudi mengakhiri paparannya. [riq/suf]