Pesanan Karangan Bunga Duka Fikrah di Surabaya Meningkat 4 Kali Lipat

Surabaya (beritajatim. com) – Di sedang melonjaknya kematian akibat pandemi Covid-19, sejumlah kios penjual karangan bunga di sepanjang Jl Kayoon Surabaya memiliki peningkatan pemesanan mencapai empat kali lipat.

Bagi kebanyakan orang, pandemi diartikan sebagai musibah. Namun bagi para pengrajin tulisan bunga, justru menjadi saat mendapat rezeki dan memetik rupiah.

Sepanjang jalan Kayoon adalah salah satu sentral penjualan karangan bunga dalam Surabaya. Mayoritas jam operasional kios bunga 07. 30 hingga 20. 00.

Dari pantauan beritajatim. com di lapangan  saya pada Selasa (13/07/2021) kira-kira pukul 17. 00 rentetan kios justru ramai pesanan di kala pendemi Covid-19, terutama karangan bunga berupa ucapan berbela sungkawa.

Terlihat banyak pegawai yang sedang merangkai kembang. Pun beberapa mobil pikap yang sedang bersiap mengantar karangan bunga.

Meningkatnya pesanan karangan kembang diakui oleh Purwanto, personel salah satu kios karangan kembang di Kayoon yang sudah menekuni pekerjaannya selama puluhan tahun. Menurutnya, peningkatan yang terjadi selama pandemi mencapai empat kali lipat.

“Penjualan memang menyusun selama pandemi ini. Jika biasanya (sebelum pandemi) sehari sekitar 5 karangan kembang, namun sekarang pesanan mampu mencapai 15 hingga 20 dalam sehari, ” sah Purwanto

Kios Karangan Bunga di jalan kayoon Surabaya. Foto: Andika Firman/mg1

Dari bukti Purwanto, meski pesanan meningkat drastis, tidak ada perubahan perihal harga karangan bunga di kiosnya.

“Harganya masih normal, ana tidak menaikkan sama sekali. Harga untuk satu rencana bunga sangat bervariasi, dengan paling murah 500 ribu, sampai jutaan rupiah, ” ujarnya.

Di lain tempat, kios penjual karangan kembang di Kayoon juga menyuarakan adanya peningkatan pesanan semasa pandemi Covid-19. Hal tersebut diutarakan oleh Muhammad Iko, salah satu pegawai stan karangan bunga.

“Bagi saya pandemi mendatangkan berkah tersendiri. Pesanan menyusun sampai harus lembur. Memang banyak yang pesan sebutan bela sungkawa, ” sirih Iko. (dik/ted)