Pj Bupati Sidoarjo dan Ketua DPRD Sidoarjo Berharap Saling Bersinergi

Sidoarjo (beritajatim. com) – Sinergitas dengan baik diharapkan Pj. Bupati Sidoarjo Dr. Hudiyono M. Si & Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman. Masing-masing berharap ada sinergitas jarang eksekutif dan legislatif dalam membuat Kabupaten Sidoarjo.

Harapan tersebut disampaikan dalam kegiatan persahabatan persaudaraan Pj. bupati Sidoarjo dengan anggota DPRD Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Kab. Sidoarjo, Sabtu (3/10/2020).

Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan kegiatan rapat lengkap DPRD Sidoarjo yang dihadirinya kira-kira jam setelah dilantik menjadi kode bahwa ada sinergi antara pihak eksekutif dengan legislatif.

Menurutnya agenda rapat paripurna DPRD merupakan sebuah sinergi yang luar biasa. Sinergi seperti ini dibutuhkan di dalam pembangunan.

“Komunikasi serta koordinasi antara eksekutif dan legislatif diharapkan dapat selalu dilakukan, ” katanya.

Meski kordinasi terjalin dengan baik, dirinya juga meminta tersedia tegur dan sapa dalam melayani roda pemerintahan. Legislatif dan manajer diharapkan saling mengingatkan bila lupa dalam menjalankan regulasi. “Mudah-mudahan asal dari pertemuan ini menandakan bahwa komunikasi kita efektif, ” imbuhnya.

Ketua DPRD Sidoarjo H. Usman menyambut baik undangan silaturahmi seperti ini. Usman menjelaskan, melalui pertemuan seperti ini akan terjalin sebuah sinergisitas yang harmonis antara anggota DPRD dengan pemegang bupati.

Dengan sejenis akan mempererat hubungan untuk mendirikan Kabupaten Sidoarjo menuju yang bertambah baik lagi. Dikatakannya harmonisasi harus dibina dan dijalin dengan elok.

Menurut Usman kesepadanan yang tercipta antara legislatif dan eksekutif akan membawa manfaat dengan baik kepada masyarakat. “Hubungan dengan baik akan memberi efek membangun bagi kemashlatan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo, ” terangnya.

Dalam kesempatan itu H. Usman berharap ada pertimbangan dari eksekutif. Pengertian yang dimaksud sangat sederhana. Antara legislatif tersedia eksekutif harus saling memahami keinginan masing-masing.

Masih sebutan Usman, DPRD sebagai fungsi niat masyarakat diharapkannya mendapat respon pasti oleh eksekutif. Pasalnya dipundak 50 anggota DPRD menanggung aspirasi dua juta 300 masyarakat Sidoarjo. Buat itu bupati dan TAPD kudu mengetahui apa yang menjadi hajat legislatif.

“Kalau situasi ini bisa kita lakukan secara salin pengertian inshaalloh pembahasan RAPBD tidak akan mengalami sebuah hambatan-hambatan yang berarti, ” tukasnya.

H. Usman juga berpetaruh penjabat bupati nantinya dapat mengantarkan pemilihan bupati dan wakil tumenggung berjalan dengan aman dan lulus. [isa/but]