Polsek Magersari Gerebek Rumah Bandar Judi Online

Mojokerto (beritajatim. com) – Anggota Unit Reskrim Polsek Magersari menggerebek sendi di lingkungan Kedungsari RT 02 RW 03, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Lantaran rumah milik PN (57) tersebut, petugas mengamankan pemilik rumah dan barang bukti uang tunai hasil judi online.

Kapolsek Magersari, Kompol Syamsul Mu’arif mengucapkan, saat petugas menggerebek rumah pelaku saat melayani pemasangan judi online melalui aplikasi Sintoto. “Situs itu beromzet jutaan rupiah. Pelaku merupakan bandar judi online yang sudah cukup lama beroperasi, ” ungkapnya, Jumat (20/11/2020).

Sedang kata Kapolsek, modus operandi judi online milik pelaku ini secara cara pelaku menampung taruhan sebab puluhan pemasang melalui Handphone (HP) aplikasi Whatsapp (WA). Para pemasang, lanjut Kapolsek, mengirimkan uang cocok nominal taruhan melalui transfer pada satu diantara bank.

“Pelaku kemudian merekap judi online tersebut sesuai taruhan daripada pemasang pada situs Sintoto. Pemasang judi online maksimal diterima pelaku pukul 17. 00 WIB. Omzet judi online mencapai kurang lebih Rp1, 5 juta setiap hari dan judi online yang dibandari pelaku sudah beroperasi sekitar 4 bulan, ” katanya.

Kapolsek menjelaskan, pelaku dikenal cukup cerdik dalam menjalankan bisnis itu. Pelaku mengelola hasil taruhan menggunakan aplikasi deposit dengan jumlah minimal Rp1, 5 juta dalam di setiap kali putaran judi online. Bila ada pemasang yang menang maka pelaku akan mengambil uang dibanding deposit tersebut.

“Pelaku merupakan residivis tersangkut kasus dengan sama dan juga pernah mengeram di Polsek Magersari. Pelaku mengiakan terpaksa karena gaji sebagai pekerja peternakan ayam tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pelaku membiasakan menjalankan judi online dari temannya saat bekerja di Bali, ” jelasnya.

Keuntungan yang diperoleh pelaku, lanjut Kapolsek, yaitu sebesar 30 persen. Sebesar 20 persen dari pemasang yang lulus dan 10 persen dari buatan total jumlah nominal pemasang di situs judi online tersebut. Keuntungan tersebut digunakan pelaku untuk sampai kebutuhannya sehari-hari.

“Keuntungannya tidak tentu sekitar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu, dari buatan judi online tersebut dibuat pelaku untuk memenuhi biaya kebutuhan tumbuh sehari-hari. Adapun barang bukti dengan disita dari tangan pelaku yakni rekapan judi online melalui permintaan Sintoto dan WA, sebuah HP android dan uang tunai sejumlah Rp450 ribu hasil taruhan dibanding pemasang judi online, ” tegasnya.   [tin/but]