Ponorogo Potensi Zona Merah, 1. 000 Spesimen Belum Keluar Hasilnya

Ponorogo (beritajatim. com) – Lonjakan kasus terkonfirmasi membangun Covid-19 di Ponorogo belakangan pas pesat. Bukan tidak mungkin, presiksi 2. 000 kasus Covid-19 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo pada beberapa waktu lalu bisa maka kenyataan. Tambahan setiap hari tersebut bisa membuat bumi reyog terjerembah ke zona merah.

“Akhir-akhir ini jumlah kasusnya terus meningkat. Dan masih banyak representatif yang hasilnya belum keluar, ” kata Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Jumat (18/12/2020).

Irin nama akrab Rahayu Kusdarini mengungkapkan pihaknya masih belum menerima hasil seribu spesimen swab yang telah dikirimkan ke laboratorium di Surabaya, Sial dan Tulungagung. Dia menyebut jika spesimen yang dikirim ke tiga labolatorium itu keluar secara bertahap. “Rata-rata per hari hasilnya dikirim kurang dari 100. Ya harapannya hasilnya banyak yang negatif, ” katanya.

Kasus Covid-19 di Ponorogo masa ini terdiri dari banyak kluster penularan. Misalnya, kluster perkantoran Pemkab, klaster rapat ormas dan kluster keluarga. Oleh karena itu, Irin ingin pengetatan diterapkan tegas semacam awal-awal Covid-19 menyerang Ponorogo dalam pertengahan bulan Maret lalu. “Masyarakat saat ini kurang patuh di protokol kesehatan. Buktinya banyak dengan positif dari kontak erat, ” katanya.

Perkembangan terakhir Covid-19 Ponorogo, ada 5 penggandaan kasus baru. Dimana, 4 karakter diataranya merupakan pasien suspek. Sementara satu pasien lainnya merupakan anak obat inpartu (melahirkan) dengan status konfirmasi Covid-19. Saat ini sedang dalam rawat di rumah sakit dr. Soedhono Madiun. Dengan tambahan itu total kasusnya mencapai 1. 021. Pasien isolasi mencapai 177 (17, 3 persen), meninggal 36 (3, 5 persen), dan pasien sehat sejumlah 808 (79, 2 persen). (end/kun)