Tak Pakai Masker, Puluhan Warga dalam Gresik Jalani Sidang di Tempat

Gresik (beritajatim. com) – Puluhan warga yang melintas di Jalan Wahidin Sudirohusodo yang tak mengenakan masker melakukan sidang ditempat. Tepatnya, di ajaran kantor Pemkab Gresik. Mereka terjaring operasi gabungan karena melanggar aturan kesehatan Perbup nomor 22 tarikh 2020.

Warga dengan melanggar protokol kesehatan. Dihadapkan dalam depan hakim dan menjalani persidangan. Setelah jaksa membacakan tuntutannya, ketua menyebutkan kesalahan pelanggaran yang sudah dilakukan. Hampir semua warga dengan salah mengakui dan menyadari kesalahannya. Selanjutnya, mereka membayar denda sejumlah Rp 150 ribu yang ditransfer ke bank.

Warga yang menjalani persidangan itu, disaksikan Bupati Sambari Halim Radianto, Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail, dan Kapolres AKBP Arief Fitrianto serta Kepala Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Fransiskus Arkedeus Ruwe.

Sebelum menggelar operasi gabungan penegakan protokol kesehatan. Bupati & anggota Forkopimda Gresik melaksanakan rapat Koordinasi. Mereka membahas tentang pertimbangan disiplin penegakan protokol kesehatan pada Kabupaten Gresik.

“Rakor ini menindaklanjuti pertemuan bersama Gubernur, Pangdam dan Kapolda Jatim yang berlangsung kemarin (13/9), tentang rapat yang dilakukan berhubungan Forkopimda dan para Kepala OPD Pemkab Gresik, ” ujar Sambari, Senin (14/09/2020).

Patuh Sambari, berdasarkan data tingkat kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Gresik menyentuh 86 persen,
dan bertambah tinggi dari rata-rata kesembuhan pada tingkat Provinsi Jawa Timur. “Saya berharap kepada semua pihak untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat kesembuhan ini sehingga bisa mencapai harapan, ” paparnya.

Tumenggung berharap kepada Camat agar meningkatkan kewaspadaan pada setiap desa yang ada di wilayahnya. “Kalau menetapkan RT dan RW mencatat seluruh aktifitas warganya serta tamu dengan datang khususnya yang datang daripada zona merah dan zona hitam. Laporkan setiap aktifitas yang mencurigakan. Laporkan kepada Kepala Desa ataupun kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan ada diwilayah masing-masing, ” logat Sambari.

Pelaksanaan Ops yustisi dalam rangka peningkatan peraturan dan penegakan hukum protokol kesehatan tubuh. Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, ada puluhan personel yang dilibatkan dalam proses gabungan ini. Petugas itu kurun lain dari Kodim 0817, Polres Gresik, Satpol PP, dan Biro Perhubungan (Dishub). “Ada 28 orang yang melanggar protokol kesehatan. Rinciannya, 24 orang membayar denda serta 4 orang memilih melaksanakan kegiatan sosial, ” katanya.

Operasi gabungan ini merupakan pelaksanaan dari Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Inpres tersebut juga diperkuat dengan Perda bagian 2 dan Perbup 22 tarikh 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan tubuh yang bertujuan untuk menekan penyaluran wabah virus Covid 19 dalam Jawa Timur khususnya wilayah Kabupaten Gresik. [dny/kun]