Video Inspektorat Sumenep Panggil Camat Batang-batang Sumenep

Sumenep (beritajatim. com) – Inspektorat Sumenep memanggil Camat Batang-Batang, Joko Suwarno untuk dimintai klarifikasi terpaut beredarnya video yang meminta kades mencuri sapi warganya.

“Hari itu kami memanggil Camat Batang-batang untuk dimintai klarifikasi atas ucapan di video yang viral itu, ” kata pendahuluan Inspektorat Kabupaten Sumenep, Bercak Suryati, Rabu (18/08/2021).

Klarifikasi tersebut untuk mengetahui detil terhadap ucapan Camat Batang-batang seperti yang terekam di dalam video viral itu. Klarifikasi itu akan merunut mulai kronologi kejadian dalam video tersebut.

Buatan klarifikasi itu akan dilaporkan ke Bupati. Apabila ditemukan ada unsur pelanggaran isyarat etik Aparatur Sipil Negara (ASN) maka akan ditindaklanjuti oleh Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Untuk pandangan apakah ada pelanggaran isyarat etik ASN atau tak, yang bisa menentukan ialah pihak terkait. Kami dibanding inspektorat hanya diminta buat klarifikasi, ” terang Titik Suryati.

Sebelumnya, sebuah gambar berdurasi 30 detik, penuh beredar melalui platform WhatsApp. Dalam video itu, terlihat Camat Batang-batang duduk bersama-sama Kapolsek dan Danramil setempat serta tokoh masyarakat. Di belakang mereka terlihat banner bertuliskan Rapat Koordinasi Kecamatan Batang-batang, yang menunjukkan para-para pejabat di jajaran Forpimka setempat tengah berada dalam forum rakor.

Video dengan campuran Kaidah Madura dan Bahasa Nusantara tersebut mendadak viral sebab ada pernyataan Camat yang dinilai provokatif. Bahkan Camat dengan terang-terangan membawa tanda Bupati yang seolah-olah meminta kepala desa mencuri lembu.

“Kelebunnya takut dengan masyarakat. Tako’ ta’ epele pole 2025 ataupun 2026. Itu kan masih lama. Kelebun punya kartu as. Punya (kartu) sakte. Keco’ sapena, cakna Bupati, sampe’ begitu. Keco’ sapena mon oreng se ta’ endha’ evaksin. ”

(Kepala Desanya kecil dengan masyarakat. Takut tak dipilih lagi pada 2025 atau 2026. Itu membangun masih lama. Kepala kampung punya kartu As. Kartu sakti. Curi sapinya, sirih Bupati. Sampek begitu. Mengambil sapinya kalau orang itu tidak mau divaksin). (tem/ted)